Selamat Datang Di Dompet Dhuafa Jogja

SAATNYA MEMBUKA MATA HATI

Ramadhan bermula arti membakar, menyengat karena terik. Dinamakan demikian karena saat Allah menetapkan ramadhan sebagai bulan wajib berpuasa, udara atau cuaca di Jazirah Arab sangat panas sehingga bisa membakar sesuatu yang kering. Ramadhan berarti pula ‘mengasah’ karena masyarakat Jahiliyah pada bulan itu mengasah alat-alat perang untuk menghadapi perang pada bulan berikutnya.

Ramadhan oleh para ulama’ juga diartikan bulan berdzikir untuk mengasah Mata Hati dan ketajaman akal. Hati adalah cermin bening yang memancarkan segala keindahan. Imam Al-Ghazali menuturkanbahwa dosa bagaikan noda hitam yang menempel di hati. Saat manusia terus menerus berdosa, maka hatinya akan tertutup noda. Tidak ada lagi cahaya yang bisa menembus kebenaran hakiki. Mengasah hati akan kembali membuka Mata Hati, memunculkan kepekaan, melambungkan asa. Memahami dengan hati adalah sumber pengetahuan irfani. Darinya, lahirlah kearifan dan pribadi yang bijaksana sehingga dapat memerangi sifat-sifat tercela yang berujung dosa.

Dompet Dhuafa mencoba memahami, dan mengupayakan kemudahan bagi Anda dalam mengasah hati, terkhusus di bulan suci ramadhan. Mewujudkan semangat kepekaan sosial yang solutif bagi permasalahan sekitar.

Di Ramadhan kali ini, kami hadirkan pilihan program dekat dengan kita, dekat dengan keseharian kita, dekat dengan aktivitas ibadah ramadhan kita diantaranya kami hadirkan Paket Kebersihan Masjid Sekitar, Tebar Berkah Takjil, Berbagi Buka Puasa bersama Penunggu Pasien Kelas III Rumah Sakit. Awal tahun ajaran baru sekolah, kami hadirkan paket bantuan Berbagi Paket Pendidikan untuk keluarga dhuafa, dan Berbagi Kacamata untuk membantu penglihatan bagi siswa yang terkendala penglihatannya dan merupakan bagian dari keluarga dhuafa di DIY dan sekitarnya. Penghargaan semangat Indonesia Move ON bagi pahlawan kesejahteraan keluarga di pun kami hadirkan melalui Bingkisan Lebaran Nelayan dan paket  Berbagi Hijab untuk ibu-ibu kampung nelayan pantai Gesing dan Sadeng Gunungkidul.

Dengan mata kita memandang, dengan hati kita berbagi. Terbukanya Mata Hati juga memunculkan kepekaan terhadap masyarakat dan kondisi lingkungan di sekitar. Tak ragu untuk kemudian mengambil langkah padu saling membantu agar rangkaian harapan berujung kebahagiaan dan harmoni.

 

Leave a reply